Fino Yurio Kristo - detikinet
Stockholm - Dunia pernah menderita dengan perang dunia II ketika diktator Adolf Hitler memimpin Jerman dan ingin menguasai Eropa di era 1940-an. Jika saja saat itu teknologi internet sudah ditemukan, keberingasan Hitler mungkin bisa dihentikan.
Itulah opini yang dikatakan oleh pemenang Nobel sastra 2008, Jean Marie Gustave Le Clezio. Menurut sastrawan asal Perancis ini, penyebaran informasi via internet bisa mencegah terjadinya konflik dan juga menaklukkan Hitler.
"Siapa tahu, jika internet eksis pada saat itu, kemungkinan plot kriminal yang dicanangkan Hitler tidak akan sukses," katanya yang dilansir WebUser dan dikutip detikINET, Rabu (10/12/2008).
Menurut Clezio, rencana jahat Hitler bisa saja hanya menjadi bahan ejekan di internet dan tidak akan pernah terlaksana.
Meski demikian, pendapat Clezio ini tentu tak disetujui semua pihak.Dalam situasi zaman sekarang misalnya, para diktator justru bisa menyensor internet untuk melanggengkan kekuasaannya, misalnya seperti yang terjadi di Korea Utara.
Clezio sendiri menerima penghargaan Nobel dalam sebuah upacara resmi di Stockholm, Swedia. Para juri memuji karya sastranya yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan.
Rabu, Desember 10, 2008
Dinilai Bantu Teroris, Google Earth Terancam Dilarang
Fino Yurio Kristo - detikinet
Mumbai - Serangan brutal teroris di Mumbai, India, baru-baru ini ditengarai terjadi dengan bantuan teknologi, termasuk layanan peta online Google Earth. Gerah dengan hal tersebut, seorang pengacara di India pun menggugat Google Earth agar dilarang di negeri itu.
Dilansir Times Online dan dikutip detikINET, Rabu (10/12/2008), pengacara bernama Amit Karkhanis itu beralasan, para teroris yang melek teknologi senang memanfaatkan Google Earth untuk merencanakan serangan.
Ia mendaftarkan gugatan hukum tersebut di Mumbai High Court dengan tuduhan Google Earth menolong teroris karena menyediakan gambar target secara jelas. Jikalaupun tak dilarang, Karkhanis menyarankan agar Google Earth tidak menayangkan obyek vital yang ada di India.
Berbagai fasilitas krusial India memang nampak jelas di Google Earth sehingga dikhawatirkan memicu teroris untuk menghantamnya dan menimbulkan akibat fatal. Misalnya saja fasilitas nuklir Bhabha Atomic Research Centre (BARC) di wilayah Mumbai, yang nampang dengan jelas di Google Earth.
Beberapa kasus sudah menunjukkan teroris pernah memanfaatkan Google Earth untuk meyelidiki target serangan. Tahun lalu misalnya, basis militer Inggris di Irak pernah diserang oleh teroris yang menggunakan Google Earth dalam melihat detail bangunan di sana.
Mumbai - Serangan brutal teroris di Mumbai, India, baru-baru ini ditengarai terjadi dengan bantuan teknologi, termasuk layanan peta online Google Earth. Gerah dengan hal tersebut, seorang pengacara di India pun menggugat Google Earth agar dilarang di negeri itu.
Dilansir Times Online dan dikutip detikINET, Rabu (10/12/2008), pengacara bernama Amit Karkhanis itu beralasan, para teroris yang melek teknologi senang memanfaatkan Google Earth untuk merencanakan serangan.
Ia mendaftarkan gugatan hukum tersebut di Mumbai High Court dengan tuduhan Google Earth menolong teroris karena menyediakan gambar target secara jelas. Jikalaupun tak dilarang, Karkhanis menyarankan agar Google Earth tidak menayangkan obyek vital yang ada di India.
Berbagai fasilitas krusial India memang nampak jelas di Google Earth sehingga dikhawatirkan memicu teroris untuk menghantamnya dan menimbulkan akibat fatal. Misalnya saja fasilitas nuklir Bhabha Atomic Research Centre (BARC) di wilayah Mumbai, yang nampang dengan jelas di Google Earth.
Beberapa kasus sudah menunjukkan teroris pernah memanfaatkan Google Earth untuk meyelidiki target serangan. Tahun lalu misalnya, basis militer Inggris di Irak pernah diserang oleh teroris yang menggunakan Google Earth dalam melihat detail bangunan di sana.
Firefox 3.1 Beta 2 Dilempar ke Publik
Ardhi Suryadhi - detikinet
Jakarta - Browser Firefox 3.1 sudah rampung dalam versi beta 2. Browser besutan Mozilla itu pun sudah siap dijajal para pengguna internet untuk dites kemampuannya.
Layaknya produk baru, rentetan kemampuan tambahan digadang-gadang pada browser ini. Fitur yang paling diunggulkan adalah mode private browsing yang mereka tawarkan.
Fitur ini sangat berguna bagi user yang tidak ingin jejak browsing-nya diketahui oleh pihak lain. Cara menghilangkan history di browser ini pun diklaim dapat dilakukan dengan sangat mudah.
Selain itu, browser yang dikembangkan diatas platform Gecko 1.9.1 ini juga telah hadir dalam 54 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (10/12/2008), hal itu dilakukan Mozilla agar user dapat lebih merasa localized.
Penasaran? Jangan khawatir, karena browser ini sudah bisa di-download dan dijajal pengguna Windows, Mac OS X dan Linux. Mozilla pun mengaku membuka pintunya lebar-lebar untuk feedback dari user.
Jakarta - Browser Firefox 3.1 sudah rampung dalam versi beta 2. Browser besutan Mozilla itu pun sudah siap dijajal para pengguna internet untuk dites kemampuannya.
Layaknya produk baru, rentetan kemampuan tambahan digadang-gadang pada browser ini. Fitur yang paling diunggulkan adalah mode private browsing yang mereka tawarkan.
Fitur ini sangat berguna bagi user yang tidak ingin jejak browsing-nya diketahui oleh pihak lain. Cara menghilangkan history di browser ini pun diklaim dapat dilakukan dengan sangat mudah.
Selain itu, browser yang dikembangkan diatas platform Gecko 1.9.1 ini juga telah hadir dalam 54 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (10/12/2008), hal itu dilakukan Mozilla agar user dapat lebih merasa localized.
Penasaran? Jangan khawatir, karena browser ini sudah bisa di-download dan dijajal pengguna Windows, Mac OS X dan Linux. Mozilla pun mengaku membuka pintunya lebar-lebar untuk feedback dari user.
Awas! Teknologi Bikin Remaja Berani Foto Syur
Amelia Ayu Kinanti - detikinet
Jakarta - Berbagai dampak positif dari teknologi bisa dengan mudah didapat. Terutama bagi para remaja. Namun ternyata, kemajuan teknologi juga berdampak buruk. Penelitian mengatakan, para remaja berani tampil syur karena teknologi.
Sebuah survei online dlakukan oleh salah satu majalah remaja bekerjasama dengan sebuah badan yang berkampanye mencegah kehamilan dini pada remaja, The National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy di Amerika Serikat. Demikian dikutip detikhot dari MSNBC, Rabu (10/12/2008).
Sebanyak 1.280 remaja dan dewasa muda ikut dalam survei tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari survei terungkap bahwa sebanyak 11 persen mereka yang berumur 13-16 tahun mengaku pernah berfoto setengah bugil dengan ponselnya, lalu mempublikasikan foto itu lewat blog atau website pribadinya.
Di sisi lain sekitar 30 persen remaja laki-laki peserta survei dan 24 persen remaja perempuan peserta survei itu mengaku bahwa gambar-gambar itu hanya untuk koleksi pribadi mereka saja.
Tak hanya remaja yang berani tampil syur, peserta survei dari kalangan dewasa muda berumur 20-26 tahun juga mengklaim mereka pernah berfoto seksi. Sebanyak 36 persen perempuan dewasa muda dan 31 persen pria muda itu bahkan mengaku membagi dan mempublikasikan foto-foto tersebut pada orang dekatnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, 38 persen remaja yang ikut survei sengaja bertukar gambar-ganbar pribadi dengan pasangannya demi membuat kencan mereka lancar. Sebanyak 29 persen dari mereka juga menganggap bertukar gambar pribadi itu diperlukan untuk kencan. Mereka pun mengaku lebih agresif dan berani karena adanya teknologi.
Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mencoba lebih mengerti teknologi yang digunakan anak. Misalnya teknologi handphone mereka, situs pertemanan di internet, bahkan cara untuk menampilkan folder tersembunyi di ponsel ataupun komputer.
Berbagi informasi mengenai teknologi terbaru dengan anak juga bisa membuat anak Anda lebih terbuka. Anda pun bisa mengetahui kegiatan anak di dunia maya.
Membatasi teknologi dan jaringan internet juga bisa menyaring informasi yang tidak diperlukan oleh anak. Sesuaikan kebutuhan anak dengan fasilitas teknologi yang Anda sediakan.
Jakarta - Berbagai dampak positif dari teknologi bisa dengan mudah didapat. Terutama bagi para remaja. Namun ternyata, kemajuan teknologi juga berdampak buruk. Penelitian mengatakan, para remaja berani tampil syur karena teknologi.
Sebuah survei online dlakukan oleh salah satu majalah remaja bekerjasama dengan sebuah badan yang berkampanye mencegah kehamilan dini pada remaja, The National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy di Amerika Serikat. Demikian dikutip detikhot dari MSNBC, Rabu (10/12/2008).
Sebanyak 1.280 remaja dan dewasa muda ikut dalam survei tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari survei terungkap bahwa sebanyak 11 persen mereka yang berumur 13-16 tahun mengaku pernah berfoto setengah bugil dengan ponselnya, lalu mempublikasikan foto itu lewat blog atau website pribadinya.
Di sisi lain sekitar 30 persen remaja laki-laki peserta survei dan 24 persen remaja perempuan peserta survei itu mengaku bahwa gambar-gambar itu hanya untuk koleksi pribadi mereka saja.
Tak hanya remaja yang berani tampil syur, peserta survei dari kalangan dewasa muda berumur 20-26 tahun juga mengklaim mereka pernah berfoto seksi. Sebanyak 36 persen perempuan dewasa muda dan 31 persen pria muda itu bahkan mengaku membagi dan mempublikasikan foto-foto tersebut pada orang dekatnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, 38 persen remaja yang ikut survei sengaja bertukar gambar-ganbar pribadi dengan pasangannya demi membuat kencan mereka lancar. Sebanyak 29 persen dari mereka juga menganggap bertukar gambar pribadi itu diperlukan untuk kencan. Mereka pun mengaku lebih agresif dan berani karena adanya teknologi.
Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mencoba lebih mengerti teknologi yang digunakan anak. Misalnya teknologi handphone mereka, situs pertemanan di internet, bahkan cara untuk menampilkan folder tersembunyi di ponsel ataupun komputer.
Berbagi informasi mengenai teknologi terbaru dengan anak juga bisa membuat anak Anda lebih terbuka. Anda pun bisa mengetahui kegiatan anak di dunia maya.
Membatasi teknologi dan jaringan internet juga bisa menyaring informasi yang tidak diperlukan oleh anak. Sesuaikan kebutuhan anak dengan fasilitas teknologi yang Anda sediakan.
Langganan:
Postingan (Atom)


